Bukan Popok Biasa: BUMBI Ubah Produk Kain Jadi Fashion Ramah Lingkungan yang Dicari Banyak Orang

BUMBI
BUMBI

Awalnya, BUMBI hanya ingin mempercepat misinya menggantikan popok dan pembalut sekali pakai dengan produk kain yang nyaman, estetik, dan berkelanjutan. Tapi di balik niat itu, ada sosok Celia Siura, Founder BUMBI, yang punya mimpi lebih besar: membuktikan bahwa produk ramah lingkungan bisa tetap stylish, fungsional, dan punya daya saing di industri fashion nasional.

Itulah yang mendorong Celia bergabung ke program Pengusaha Muda BRILiaN 2024. Baginya, program ini bukan sekadar ajang pembelajaran bisnis, melainkan wadah untuk memperkuat arah dan fondasi agar BUMBI siap bersaing di level yang lebih luas. Pengusaha Muda BRILiaN menawarkan akses ke mentor, jejaring bisnis, dan peluang kolaborasi dengan pelaku industri yang sejalan dengan nilai-nilai BUMBI.

Sejak awal, Celia melihat Pengusaha Muda BRILiaN sebagai langkah strategis untuk menyiapkan scale-up.

“Kami ingin memperkuat brand, memperbaiki standar kualitas, dan membangun sistem yang siap tumbuh,” ungkap Celia Siura.

Tapi perjalanan di Pengusaha Muda BRILiaN ternyata jauh lebih intens dari yang dibayangkan. Mulai dari branding, costing, hingga quality control, menantang mereka untuk berpikir lebih strategis dan efisien.

Melalui sesi mentoring, Celia dan tim mendapat panduan langsung untuk memperbaiki unit ekonomi per produk, sekaligus belajar menavigasi business matching dengan calon mitra potensial. Hasilnya nyata: penetapan harga kini lebih presisi per segmen, SOP produksi makin solid, dan arah komunikasi brand lebih tajam untuk kanal digital maupun retail.

Baca juga:

Namun, yang paling membekas bagi Celia bukan hanya ilmu bisnisnya, melainkan perubahan cara pandang terhadap produk. Ia menyadari bahwa produk yang baik bukan hanya tentang kualitas bahan, tapi juga tentang cerita dan dampaknya. “Produk bagus harus bisa bercerita dan terukur,” katanya. Ia ingin setiap karya BUMBI menjawab dua hal penting: mengapa produk ini dibuat, dan sejauh apa pengaruhnya terhadap lingkungan.

BUMBI tidak hanya melindungi bayi, tapi juga sungai, sebuah pesan yang kini mereka bawa ke desain, kemasan, hingga konten digital. Setiap klaim seperti “easy to wash” atau “mengurangi sampah” dilengkapi data sederhana agar mudah dipahami keluarga dan mitra bisnis. Perpaduan narasi yang kuat dan bukti nyata membuat BUMBI semakin dipercaya oleh pasar.

Dari program Pengusaha Muda BRILiaN, posisi BUMBI di industri fashion juga ikut naik kelas. Mereka kini dikenal bukan hanya sebagai brand ramah lingkungan, tetapi sebagai fashion-functional brand yang memenuhi standar ritel modern, mulai dari konsistensi ukuran, hasil akhir yang lebih rapi, label elegan, hingga kurasi koleksi yang relevan dengan pasar.

Dalam hal desain, Celia menggabungkan unsur wastra lokal dengan sentuhan fashion modern yang minimalis. Warna-warna natural digunakan sebagai aksen utama, sementara jahitan dibuat clean untuk menonjolkan kesan modern. Bahan utamanya tetap katun lembut yang breathable, menciptakan kenyamanan tanpa mengorbankan gaya. Produksi BUMBI juga dilakukan secara inklusif: melibatkan perajin perempuan lokal, dan sisa bahan (offcuts) diubah menjadi aksesori baru; bukti nyata komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas.

Kini, setelah melewati rangkaian panjang di Pengusaha Muda BRILiaN, Celia dan tim BUMBI tidak hanya lebih siap bersaing, tetapi juga semakin yakin dengan visinya. Mereka tidak sekadar menjual produk, melainkan memperkenalkan cara baru melihat fashion: sebagai sesuatu yang fungsional, berkelanjutan, dan punya makna sosial. Dari popok kain, mereka melangkah lebih jauh, menjadikan gaya hidup sirkular sebagai hal yang biasa, bukan pengecualian.

Need Help?
Scroll to Top