pmb2024

Long Story Short
kisahsuksesalumni

Naik Kelas Bareng Pengusaha Muda BRILiaN, Patricia Ardiani Buktikan Brand Lokal Bisa Go Global!

Menjadi pemenang Pengusaha Muda BRILiaN 2024 bukanlah perjalanan yang singkat bagi Patricia Ardiani, Co-Founder & CEO dari brand Long Story Short. Di balik senyum dan semangatnya, tersimpan proses panjang penuh pembelajaran, perjuangan, dan keyakinan bahwa setiap langkah kecil bisa membawa dampak besar bagi bisnis lokal Indonesia. “Motivasi saya mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN adalah untuk bisa naik kelas,” ujar Patricia dengan penuh semangat. “Naik kelas dalam banyak hal, mulai dari koneksi, pengetahuan, pengalaman, hingga wawasan. Saya yakin dengan mengikuti program ini secara maksimal dan berkompetisi dengan semangat tinggi, saya bisa menumbuhkan semangat baru sekaligus mendorong bisnis kami berkembang lebih jauh.” Bagi Patricia, Pengusaha Muda BRILiaN bukan sekadar program inkubasi bisnis. Ia menggambarkannya sebagai ruang belajar yang menyeluruh; tempat para pelaku usaha muda bisa menata ulang strategi bisnis, memperkuat fondasi manajemen, dan memperluas jejaring dengan sesama pengusaha yang memiliki visi serupa. “Pengalaman saya sangat menyenangkan,” kenangnya. “Banyak bertemu teman-teman pengusaha lain yang keren, sekaligus belajar dari wali kelas, mentor, dan super mentor yang luar biasa. Setiap sesi membawa perspektif baru. Dari mulai mempertajam value brand hingga memperkuat perencanaan keuangan, semua ilmunya aplikatif dan langsung bisa diterapkan dalam bisnis.” Kemenangan Patricia di Pengusaha Muda BRILiaN 2024 bukan hanya sebuah prestasi, tapi juga awal dari babak baru dalam perjalanan Long Story Short. Melalui program ini, Patricia dan timnya berhasil menemukan banyak peluang baru untuk mengembangkan bisnisnya. “Dengan mengikuti dan memenangkan program ini, kami mendapat banyak kesempatan dalam bisnis, baik dari segi kolaborasi maupun ekspansi. Selain itu, pengalaman ini menjadi dasar yang kuat untuk melangkah lebih jauh ke depan,” jelasnya. Sebagai seorang pengusaha muda, Patricia membawa filosofi yang melekat kuat dalam setiap langkahnya: menjadi brand Indonesia yang mendunia dengan membawa nilai craftsmanship lokal berkualitas tinggi. “Kami ingin menunjukkan bahwa produk buatan anak bangsa bisa memiliki nilai estetika, kualitas, dan daya saing yang tinggi di pasar global,” tuturnya. Long Story Short bukan sekadar brand aksesoris dan kecantikan, melainkan representasi dari cerita, perjalanan, dan karya anak muda Indonesia yang percaya pada nilai-nilai otentik dan berkelanjutan. Patricia menegaskan bahwa keikutsertaannya di Pengusaha Muda BRILiaN telah menjadi momentum penting yang membantunya melihat bisnis dari perspektif baru yakni lebih strategis, lebih terarah, dan lebih berani bermimpi besar. Melalui kemenangannya di Pengusaha Muda BRILiaN 2024, Patricia Ardiani membuktikan bahwa ketika niat, ilmu, dan semangat berpadu, mimpi untuk membawa brand lokal menuju panggung dunia bukanlah sekadar long story, melainkan short step menuju masa depan yang lebih gemilang.

Mambucha
kisahsuksesalumni

Dari Dapur Rumahan ke Panggung Nasional, Perjalanan Mambucha di Pengusaha Muda BRILiaN 2024

Berawal dari keinginan sederhana untuk belajar dan berkembang, Anita Hartono, pendiri Mambucha, melangkah ke program Pengusaha Muda BRILiaN 2024 dengan tekad kuat untuk membawa bisnisnya naik ke level berikutnya. Ia ingin menemukan cara agar misi Mambucha; menyehatkan masyarakat melalui minuman fermentasi alami, yang bisa tumbuh lebih cepat dan berdampak lebih luas. “Saya ikut Pengusaha Muda BRILiaN karena ingin dapat ilmu untuk akselerasi bisnis dan memperluas jaringan. Program ini terasa pas untuk membawa Mambucha berkembang dengan lebih terarah,” ujar Anita. Selama mengikuti program, Anita menggambarkan pengalamannya seperti kembali bersekolah, tapi versi yang lebih nyata dan aplikatif. Ia belajar langsung dari para ahli di bidang bisnis, branding, hingga strategi pengembangan usaha. “Senang banget, rasanya seperti sekolah lagi tapi langsung belajar dari praktisi. Setiap sesi penuh insight baru, dan saya jadi tahu bagaimana mempersiapkan diri, tim, serta perusahaan untuk berani bermimpi dan tumbuh lebih cepat,” katanya. Salah satu momen yang paling mengubah cara berpikirnya adalah ketika sesi mentoring di awal program. Dari situ, Anita mulai menanamkan pola pikir baru, bahwa bisnis kecil pun bisa membawa perubahan besar. “Dulu saya berpikir, UMKM itu cukup asal jalan dan bertahan. Tapi mentor saya bilang, ‘bisnismu harus berdampak, bahkan bisa mengubah dunia.’ Kalimat itu nempel banget sampai sekarang. Saya jadi melihat Mambucha dari perspektif baru: bisnis yang bisa tumbuh sehat sekaligus membuat dunia lebih baik,” ungkapnya. Mindset itu menjadi titik balik bagi Anita dan tim Mambucha. Sebagai brand di industri healthcare/wellness, mereka kini lebih percaya diri melangkah membawa misi “Sehatkan Indonesia”. Terlebih setelah menjadi pemenang di bidang healthcare, Anita merasa ada tanggung jawab moral untuk terus menjaga kualitas produk dan memperluas manfaatnya. “Saya merasa diberi amanah besar. Kami terus berusaha menghadirkan produk terbaik dan tetap memberi dampak sosial. Mambucha secara rutin kami kirim ke rumah singgah, panti asuhan, bahkan ke rumah sakit seperti RS Kanker Dharmais, agar bisa membantu pasien dalam proses pemulihan mereka,” tuturnya. Baginya, membangun kepercayaan konsumen adalah hal paling penting dalam mempertahankan bisnis. Bukan sekadar menjual produk, tetapi juga menjaga komunikasi dan kedekatan dengan pelanggan. “Hubungan dengan konsumen itu kunci. Kami aktif berinteraksi lewat media sosial, chat admin, after sales service, juga lewat komunitas dan kelas edukasi. Kami ingin pelanggan merasa didengar dan tahu bahwa kami hadir untuk memberi solusi sesuai kebutuhan mereka,” jelas Anita. Kini Mambucha bukan hanya dikenal sebagai minuman kombucha lokal, tapi juga simbol gaya hidup sehat dan sadar lingkungan. Lewat Pengusaha Muda BRILiaN 2024, Anita Hartono membuktikan bahwa ketika bisnis dijalankan dengan niat baik dan visi yang jelas, pertumbuhan dan dampak positif akan berjalan beriringan. Dari setiap botol Mambucha, ada semangat untuk menyebarkan kesehatan, keberanian untuk bermimpi besar, dan keyakinan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

Supergoat
kisahsuksesalumni

Susu Kambing Naik Kelas! Supergoat Tembus Ajang Pengusaha Muda BRILiaN 2024

Tak ada yang menyangka, dari sebuah produk susu kambing, Supergoat kini menjelma menjadi salah satu brand yang paling menarik perhatian di ajang Pengusaha Muda BRILiaN 2024. Di balik kesuksesan tersebut berdirilah sosok tangguh, Sri Widayati, pendiri dan pemilik Supergoat yang datang dengan niat sederhana: ingin belajar dan terus berkembang. “Saya memang tipe orang yang selalu haus ilmu. Ketika tahu ada program Pengusaha Muda BRILiaN, saya langsung tertarik karena programnya beda dari yang lain. Bukan hanya teori, tapi juga banyak praktik nyata yang bisa langsung saya terapkan di bisnis,” tutur Sri. Bagi Sri, mengikuti program ini terasa seperti membuka lembaran baru dalam perjalanan bisnisnya. Setiap sesi mentoring, kelas bisnis, hingga kesempatan berjejaring menjadi pengalaman berharga. “Rasanya luar biasa. Pembicara dan mentor yang dihadirkan semuanya keren, setiap pertemuan selalu memberikan insight baru. Dari situ saya jadi paham bagaimana membawa Supergoat ke arah yang lebih besar,” ujarnya. Momen yang paling berkesan bagi Sri terjadi ketika ia berhasil menutup kesepakatan dengan seorang buyer hanya dalam waktu lima menit. “Deg-degan banget, tapi justru itu pengalaman yang tak terlupakan. Dari situ saya belajar pentingnya menyampaikan nilai produk dengan cepat, tepat, dan meyakinkan,” kenangnya sambil tersenyum. Tak hanya menambah wawasan, program Pengusaha Muda BRILiaN juga membantu Supergoat memperluas jangkauan. Melalui berbagai kanal promosi dan jejaring yang dibangun selama program, nama Supergoat kini makin dikenal luas. “Banyak sekali orang hebat yang saya temui di sini, dan mereka sangat mendukung. Efeknya terasa banget untuk awareness Supergoat,” ujar Sri. Menurutnya, yang membuat Supergoat begitu disukai bukan hanya karena kualitas produknya, tapi juga manfaat dan dampak sosial yang dibawanya. Dengan jaringan reseller yang solid dan loyal, Supergoat tidak sekadar menjual susu kambing, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi banyak orang. “Supergoat bisa besar karena kami tumbuh bersama reseller. Mereka adalah bagian penting dari keluarga besar kami,” tambah Sri penuh bangga. Kini, setelah melewati serangkaian pembelajaran dan pengalaman di Pengusaha Muda BRILiaN, Sri Widayati melangkah dengan semangat baru. Bagi dirinya, kesuksesan bukan semata soal pencapaian, tapi tentang proses belajar tanpa henti dan keberanian untuk terus berinovasi. Dari segelas susu kambing, lahirlah kisah tentang ketekunan, pembelajaran, dan perubahan. Perjalanan Sri Widayati bersama Supergoat menjadi bukti bahwa produk lokal, jika dikelola dengan visi dan hati, mampu bersaing dan menginspirasi banyak orang.

BUMBI
kisahsuksesalumni

Bukan Popok Biasa: BUMBI Ubah Produk Kain Jadi Fashion Ramah Lingkungan yang Dicari Banyak Orang

Awalnya, BUMBI hanya ingin mempercepat misinya menggantikan popok dan pembalut sekali pakai dengan produk kain yang nyaman, estetik, dan berkelanjutan. Tapi di balik niat itu, ada sosok Celia Siura, Founder BUMBI, yang punya mimpi lebih besar: membuktikan bahwa produk ramah lingkungan bisa tetap stylish, fungsional, dan punya daya saing di industri fashion nasional. Itulah yang mendorong Celia bergabung ke program Pengusaha Muda BRILiaN 2024. Baginya, program ini bukan sekadar ajang pembelajaran bisnis, melainkan wadah untuk memperkuat arah dan fondasi agar BUMBI siap bersaing di level yang lebih luas. Pengusaha Muda BRILiaN menawarkan akses ke mentor, jejaring bisnis, dan peluang kolaborasi dengan pelaku industri yang sejalan dengan nilai-nilai BUMBI. Sejak awal, Celia melihat Pengusaha Muda BRILiaN sebagai langkah strategis untuk menyiapkan scale-up. “Kami ingin memperkuat brand, memperbaiki standar kualitas, dan membangun sistem yang siap tumbuh,” ungkap Celia Siura. Tapi perjalanan di Pengusaha Muda BRILiaN ternyata jauh lebih intens dari yang dibayangkan. Mulai dari branding, costing, hingga quality control, menantang mereka untuk berpikir lebih strategis dan efisien. Melalui sesi mentoring, Celia dan tim mendapat panduan langsung untuk memperbaiki unit ekonomi per produk, sekaligus belajar menavigasi business matching dengan calon mitra potensial. Hasilnya nyata: penetapan harga kini lebih presisi per segmen, SOP produksi makin solid, dan arah komunikasi brand lebih tajam untuk kanal digital maupun retail. Baca juga: Bukan Sekadar Program, Tapi Titik Balik Bisnis! Begini Cerita Gulalibooks Setelah Ikut Pengusaha Muda BRILiaN 2024 Strategi DBFOODS yang Bikin Mereka Juara di Pengusaha Muda BRILiaN 2024! Namun, yang paling membekas bagi Celia bukan hanya ilmu bisnisnya, melainkan perubahan cara pandang terhadap produk. Ia menyadari bahwa produk yang baik bukan hanya tentang kualitas bahan, tapi juga tentang cerita dan dampaknya. “Produk bagus harus bisa bercerita dan terukur,” katanya. Ia ingin setiap karya BUMBI menjawab dua hal penting: mengapa produk ini dibuat, dan sejauh apa pengaruhnya terhadap lingkungan. BUMBI tidak hanya melindungi bayi, tapi juga sungai, sebuah pesan yang kini mereka bawa ke desain, kemasan, hingga konten digital. Setiap klaim seperti “easy to wash” atau “mengurangi sampah” dilengkapi data sederhana agar mudah dipahami keluarga dan mitra bisnis. Perpaduan narasi yang kuat dan bukti nyata membuat BUMBI semakin dipercaya oleh pasar. Dari program Pengusaha Muda BRILiaN, posisi BUMBI di industri fashion juga ikut naik kelas. Mereka kini dikenal bukan hanya sebagai brand ramah lingkungan, tetapi sebagai fashion-functional brand yang memenuhi standar ritel modern, mulai dari konsistensi ukuran, hasil akhir yang lebih rapi, label elegan, hingga kurasi koleksi yang relevan dengan pasar. Dalam hal desain, Celia menggabungkan unsur wastra lokal dengan sentuhan fashion modern yang minimalis. Warna-warna natural digunakan sebagai aksen utama, sementara jahitan dibuat clean untuk menonjolkan kesan modern. Bahan utamanya tetap katun lembut yang breathable, menciptakan kenyamanan tanpa mengorbankan gaya. Produksi BUMBI juga dilakukan secara inklusif: melibatkan perajin perempuan lokal, dan sisa bahan (offcuts) diubah menjadi aksesori baru; bukti nyata komitmen terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas. Kini, setelah melewati rangkaian panjang di Pengusaha Muda BRILiaN, Celia dan tim BUMBI tidak hanya lebih siap bersaing, tetapi juga semakin yakin dengan visinya. Mereka tidak sekadar menjual produk, melainkan memperkenalkan cara baru melihat fashion: sebagai sesuatu yang fungsional, berkelanjutan, dan punya makna sosial. Dari popok kain, mereka melangkah lebih jauh, menjadikan gaya hidup sirkular sebagai hal yang biasa, bukan pengecualian.

GulaliBooks
kisahsuksesalumni

Bukan Sekadar Program, Tapi Titik Balik Bisnis! Begini Cerita Gulalibooks Setelah Ikut Pengusaha Muda BRILiaN 2024

Kadang, langkah kecil bisa membuka jalan besar. Itulah yang dirasakan oleh Gulalibooks, salah satu peserta Program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) 2024. Awalnya mereka hanya ingin ikut program ini untuk memperdalam ilmu bisnis, namun ternyata pengalaman di PMB mengubah banyak hal, terutama cara mereka melihat potensi produk dan nilai dari bisnis yang dijalankan. Motivasi Gulalibooks ikut Pengusaha Muda BRILiaN sangat sederhana yaitu, ingin berkembang dan membawa usahanya naik kelas. Program ini dianggap lengkap karena mencakup banyak hal penting yang dibutuhkan UMKM, mulai dari inkubasi bisnis, strategi pemasaran, manajemen keuangan, penguatan produk, hingga pengelolaan SDM. Semua difasilitasi dengan sistematis dan mudah diterapkan. “Yang bikin beda, Pengusaha Muda BRILiaN nggak cuma teori. Kita juga dapat mentoring langsung dari praktisi dan kesempatan untuk bertemu investor. Itu priceless banget,” ungkap tim Gulalibooks. Selama program berlangsung, mereka mendapat banyak pengalaman berharga. Setiap minggu selalu ada materi baru dan tugas yang bisa langsung diterapkan untuk mengembangkan bisnis. Proses mentoring dan pitching juga membuka wawasan tentang bagaimana mengelola usaha dengan lebih efektif. “Dari situ kami sadar, bisnis kami berkembang tanpa terasa,” ujar Fauzia, Founder Gulalibooks. Hasilnya terasa sangat nyata setelah mengikuti Pengusaha Muda BRILiaN ini. Gulalibooks kini memiliki sistem manajemen yang lebih rapi, strategi pemasaran yang lebih kuat, dan operasional yang lebih efisien. Tugas-tugas yang diberikan selama program juga sangat aplikatif, bukan sekadar teori, sehingga langsung berdampak pada peningkatan omzet bisnis. Salah satu hal paling berkesan yang mereka pelajari dari Pengusaha Muda BRILiaN adalah pentingnya value creation, bagaimana menciptakan nilai tambah di setiap produk. Dalam dunia home decor, nilai produk tidak hanya di keindahan, tetapi juga di fungsi dan cerita di baliknya. Gulalibooks menemukan bahwa buku anak bisa lebih dari sekadar bacaan. Buku bisa menjadi bagian dari dekorasi rumah, mempercantik ruangan, sekaligus menciptakan momen kebersamaan dalam keluarga. Pesan utama dari Pengusaha Muda BRILiaN sederhana tapi kuat: bisnis yang sukses adalah bisnis yang mampu memberi nilai nyata bagi konsumen. Program Pengusaha Muda BRILiaN 2024 membantu Gulalibooks menemukan arah baru dalam mengembangkan produknya. Mereka kini lebih percaya diri menghadirkan inovasi di bidang literasi interaktif yang tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tapi juga memperindah suasana rumah dan mempererat bonding keluarga. Dari situ, Gulalibooks semakin yakin bahwa potensi UMKM Indonesia bisa tumbuh besar dengan dukungan pembinaan dan ekosistem yang tepat. Menariknya, perjalanan mereka di dunia home decor sebenarnya dimulai secara tidak sengaja. “Kami awalnya ingin ikut di kategori literasi anak, tapi karena belum tersedia, akhirnya masuk ke kategori home decor,” ujar mereka sambil tertawa. Namun justru dari keterbatasan itulah muncul ide baru, yakni buku anak yang punya fungsi ganda; indah dilihat, bermanfaat dibaca. Tantangan terbesar adalah mengedukasi pasar agar memahami konsep ini. Tapi lewat bimbingan para mentor Pengusaha Muda BRILiaN, mereka berhasil menemukan cara komunikasi yang tepat agar nilai produk bisa tersampaikan dengan baik. Kini Gulalibooks membuktikan bahwa dengan semangat belajar dan dukungan dari program yang tepat, UMKM Indonesia bisa melangkah lebih jauh. Program Pengusaha Muda BRILiaN bukan hanya ajang kompetisi, tapi wadah untuk bertumbuh bersama. Dari perjalanan ini, Gulalibooks belajar bahwa bisnis yang baik bukan hanya soal mencari keuntungan, tapi juga tentang memberikan nilai, cerita, dan dampak positif bagi banyak orang. Kalau kamu punya impian untuk mengembangkan bisnis dan ingin naik kelas, mungkin ini saatnya ikut jejak mereka. Siapa tahu, kisah sukses berikutnya adalah milikmu. 

Need Help?
Scroll to Top